Forum Ternak Indonesia
Login

Lupa password?

Asal Negara Pengunjung
free counters
Total Pengunjung
page counter
Sejak 09-10-2011
Statistics
Total 72 user terdaftar
User terdaftar terakhir adalah Rio Vit

Total 236 kiriman artikel dari user in 144 subjects
User Yang Sedang Online
Total 1 user online :: 0 Terdaftar, 0 Tersembunyi dan 1 Tamu

Tidak ada

[ View the whole list ]


User online terbanyak adalah 8 pada Sun Sep 16, 2012 9:44 pm

Beberapa Hal yang Biasa Menjadi Faktor Penyebab Kegagalan Beternak Puyuh Petelur

Go down

Beberapa Hal yang Biasa Menjadi Faktor Penyebab Kegagalan Beternak Puyuh Petelur

Post by Admin on Tue Mar 27, 2012 11:54 pm

Kegagalan berarti berhenti total. Dalam beternak burung puyuh petelur ada juga beberapa peternak yang berhenti total atau menemui kegagalan. Walaupun tetap dengan terus mengingat bahwa kegagalan adalah awal dari kesuksesan.

Kegagalan budidaya puyuh petelur tersebut belum tentu karena bangkrut alias pemasukan dan pengeluaran tidak berbanding, namun bisa juga disebabkan faktor-faktor teknis dan non teknis lainnya.

Peternak burung puyuh petelur secara garis besar terbagi atas peternak puyuh kemitraan dan peternak puyuh non kemitraan atau peternak mandiri. Kegagalan peternak dalam beternak puyuh petelur diantara keduanya ada yang faktor penyebabnya sama, tapi juga ada yg berbeda tergantung pada jenis atau sifat peternaknya.
Karena itu berdasar dari pengamatan selama ini, faktor penyebab kegagalan dalam budidaya burung puyuh petelur diantaranya demikian:

1. Puyuh terkena penyakit dan peternak sudah putus asa.
Kondisi ini jarang sekali terjadi. Lebih banyak peternak yang menghadapi keadaan demikian namun tetap terus maju.

2. Konflik dengan tetangga dan masyarakat.
Faktor penyebab yang demikian terkait erat dengan pengelolaan kotoran puyuh. Pernah menemukan berhentinya peternak karena hal yang demikian. Pada saat pembersihan, kotoran hanya dimasukkan dalam bagor / sak / karung dan ditaruh di kebun pisang belakang rumah. Bisa dibayangkan betapa menyengat baunya, lebih-lebih jika musim hujan dan kena air, dalam radius jauh pun bau kotoran puyuh masih sangat mengganggu.

3. Pindah ke bidang lain yang tidak bisa sambil beternak puyuh.
Tentu kalau faktor penyebab yang ini mau tidak mau ya berhenti beternak puyuh. Baru saja alias belum lama ada peternak yang berhenti karena hal yang demikian. Beliaunya mendapat pekerjaan di Padang, Sumatera. Kebetulan juga faktor keluarga mengharuskan peternaknya berangkat ke Padang. Otomatis selamat tinggal ternak puyuh. Mudah-mudahan saja di sana bisa mengembangkan ternak puyuh yang sudah tiga tahun ini digelutinya.

4. Tidak kuat menanggung pinjaman bank.
Tentu saja, berdasar perhitungan terutama dilihat dari penghasilan peternak kemitraan, jika sejak awal modal total dari pinjaman bank (bahkan seumpama ada yang tanpa bunga sekalipun), tidak akan kuat membayar angsuran per-bulannya jika hanya mengandalkan hasil dari puyuh. Kecuali kalau separo modal, atau usaha sudah berjalan dan untuk pengembangan. Beberapa beban bisa ditanggung oleh penghasilan usaha ternak puyuh yang sudah berjalan.
Pernah ada peternak yang berhenti karena faktor yang demikian. Beliaunya kemudian mencari nafkah trans ke Sumatera juga.

5. Tidak kuat dengan harga buruk.
Faktor ini terjadi terutama pada saat harga buruk. Kemudian secara sempit mengambil kesimpulan bahwa beternak puyuh itu tidak menguntungkan.Padahal dalam beternak puyuh petelur: harga baik dan harga buruk itu sudah menjadi pakaian resmi yang tidak bisa ditanggalkan.

6. Tidak loyal kepada PT inti plasma.
Tentu faktor penyebab ke-6 ini khusus untuk peternak di dalam kemitraan. Ketidak-loyalan kepada PT bisa diukur dengan berbagai hal. Dan itu sudah digariskan oleh PT kemitraan, apabila melanggar dan pihak PT sudah mengeluarkan Surat Peringatan tahap 1 sampai SP3 yan berujung pemberhentian total tanpa peternak beralih menjadi peternak mandiri. Penggarisan peraturan PT tersebut ntara lain dalam standar penyetoran telur, standar pengambilan pakan, dan juga dalam penataan pasca panen.

7. Berhentinya jalur pemasaran.
Faktor penyebab yang ke-7 ini lebih pada peternak puyuh non kemitraan atau pada peternak puyuh kemitraan dimana pihak PT tidak mengambil telur puyuh pada saat harga jatuh. Dengan catatan apabila peternaknya kapok meneruskan usahanya. Apabila tidak kapok tentu akan terus mencari jalur pemasaran lain yang mantap.

8. Konflik antara juragan dan pelaksana ternak.
Ini juga belum lama terjadi. Contoh kasusnya: juragan atau pemodal mengharuskan puyuh 3000 populasi dalam seminggu paling banyak menghabiskan pakan 7 sak. Tetapi pelaksananya tidak tega dan kepada puyuh piaraan, kemudian meminjam pakan ke peternak lain, pemodal tidak mau tahu, dan akhirnya konflik terjadi yang berujung berhenti total beternak puyuh petelur.
Namun untuk faktor ke-8 ini bisa juga terjadi sebaliknya, ada kenakalan dari pihak pelaksana. Sebab peluang tidak baik untuk yang bersifat curang sangatlah terbuka lebar. (Dalam beternak ayam pedaging, kondisi kerjasama demikian ada juga yang memberi istilah dengan anak kandang dan pemegang kunci).

9. Fisik peternak tidak lagi memungkinkan menjalankan usaha.
Tentu faktor kesehatan yang dominan dalam faktor penyebab ke-9 ini. Usaha beternak puyuh petelur adalah usaha yang tidak ada liburnya. Kecuali kalau memang menghendaki istirahat beternak dahulu.
Kegiatan yang terus menerus tiap hari tanpa dibarengi dengan istirahat yang cukup, bisa berakibat pada menurunnya kesehatan. Karena itu jagalah kesehatan.

10. Barangkali ada tambahan ? ? ? ? Silahkan share di sini. Terima kasih.

http://puyuhjaya.wordpress.com/2011/07/09/beberapa-hal-yang-biasa-menjadi-faktor-penyebab-kegagalan-beternak-puyuh-petelur/
avatar
Admin
Admin
Admin

Jumlah posting : 198
Points : 466
Reputation : 0
Join date : 09.11.11
Age : 30
Lokasi : Jember

Lihat profil user http://www.forumternak.com

Kembali Ke Atas Go down

Kembali Ke Atas


 
Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik