Forum Ternak Indonesia
Login

Lupa password?

Asal Negara Pengunjung
free counters
Total Pengunjung
page counter
Sejak 09-10-2011
Statistics
Total 72 user terdaftar
User terdaftar terakhir adalah Rio Vit

Total 236 kiriman artikel dari user in 144 subjects
User Yang Sedang Online
Total 2 uses online :: 0 Terdaftar, 0 Tersembunyi dan 2 Tamu

Tidak ada

[ View the whole list ]


User online terbanyak adalah 8 pada Sun Sep 16, 2012 9:44 pm

Kebutuhan Telur Puyuh Nasional baru Terpenuhi 20%. Lho…?

Go down

Kebutuhan Telur Puyuh Nasional baru Terpenuhi 20%. Lho…?

Post by Admin on Fri Apr 20, 2012 5:15 pm

Sebagai peternak puyuh yang tinggal di desa, setahu saya hanya memiara sebaik-baiknya. Agar burung puyuh selalu sehat dan terjaga produktivitas telurnya.
Mengenai harga dan pemasaran telur puyuh, pasrah saja pada inti plasma atau perusahaan kemitraan. Yang jelas, selama menjadi peternak plasma, serendah-rendahnya harga yang diberi oleh pihak PT, belum pernah sampai merugi.

Pada bulan Oktober 2011 ini, harga terhitung rendah. Mengikuti pola lama yang sudah menjadi kebiasaan, tiap kali masuk bulan dengan akhiran BER. Harga sudah biasa jika anjlok.
Karena itu, pada bulan-bulan dengan harga telur puyuh dalam kondisi kurang bagus, biasanya menjadi waktu yang bagus bagi peternak untuk meremajakan puyuhnya.


Berdasar dari keterangan pihak PT, pada bulan-bulan dimana harga telur puyuh sedang merosot, dikarenakan permintaan memang juga menurun. Dikatakan, biarpun diharga murah, belum tentu bisa laku. Akibatnya, penumpukan stok telur puyuh di gudang demikian melimpah. Sedangkan produksi telur puyuh, juga terus saja mengalir dari peternak.

Saya rasa, benar juga ternyata pemasaran merupakan ujung tombaknya sebuah produksi. Jika kurang laku, utamanya telur puyuh, bisa-bisa untuk beli pakan saja sudah pas-pasan. Demikian peran penting dari pemasaran.

Terkait dengan kendala pemasaran telur puyuh yang dari tahun ke tahun menjadi keluhan yang berulang-ulang. Saya malah tertarik dengan salah satu komentar di blog pribadi saya. Beliau menerangkan intinya bahwa kebutuhan telur puyuh nasional baru terpenuhi 20% saja.
Berikut copas komentar dari Bp Sholehuddin:

sebenarnya jika di ambil dari data statistik dinas peternakan pusat, kebutuhan telur seluruh nusantara baru terpenuhi 20%, masih ada 80% kebutuhan telur puyuh yg belum bisa terpenuhi oleh seluruh peternak nusantara, hanya saja pwmweintah dan peternak sendiri tidak cepat bertindak dlam menjangkau wilayah2 yg memang sulit dijangkau, misalnya indonesia wilayah timur, kebanyakan hanya memasarkan ke wilayah sendiri yg notabennya juga banyak yg memprosuksi, untuk itu, cobalah memberi masukan ke inti plasma (kemitraan) untuk memngirim pasukan prosuksi telur ke wilayah luar, atau untuk peternak mandiri kecil membentuk organisasi, sehingga hasil prosuksi bisa dikumpulkan untuk dikirim ke luar, krena klo sedikit kan rugi biaya kirim…

Sepertinya kontradiktif antara kurang terpenuhinya kebutuhan telur puyuh, dengan susahnya pemasaran. Terutama pada bulan-bulan dimana penyerapan telur puyuh oleh konsumen sedang menurun.

Terus terang, saya sendiri tidak begitu paham dengan dunia marketing. Karena itu saya ikut kemitraan, jadi bisa konsentrasi pada produksi.
Akan tetapi, pada pertemuan kelompok peternak plasma yang dihadiri juga dari PT kemitraan, pihak PT sempat menerangkan juga, bahwa pemasaran sudah mulai merambah luar pulau. Hanya saja kendala biaya operasional memang menjadi perhitungan yang lumayan memberatkan.
Jadi saya kira wajar saja jika 80% peluang pemasaran telur puyuh belum mampu terjangkau.

akhirnya produksi membludak, berkutat di wilayah-wilayah dimana sudah tercukupi yang 20%.

Sebenarnya saya pribadi tidak perlu ikut memikirkan pemasaran. Sebagai peternak plasma, urusannya ya hanya kandang dan kandang. Namun apa salahnya ikut menceritakan, siapa tahu ada manfaatnya.
Minimal untuk diri sendiri sebagai peternak. Dengan sedikit mengetahui kondisi pasar, maka terdorong untuk selalu menjaga kualitas produksi puyuh petelur piaraan, agar kualitas telur puyuh kemitraan, mempunyai daya saing yang hebat. Di tengah-tengah semakin menggeliat, berkembangnya budidaya puyuh di seantero nusantara.

Terkait dengan pemasaran, selain hal-hal tersebut diatas, telur puyuh memang belumlah se-membudaya seperti halnya telur ayam. Bahkan telur puyuh, belumlah banyak menjadi bahan masakan yang populer. Mungkin tidak praktis penanganannya, atau malah banyak yang belum bisa mengupas telur puyuh rebus Smile

Eh… Siapa kira, suatu saat nanti, telur puyuh bisa menjadi komoditi ekspor yang cukup handal. Atau salah-salah…. ceruk yang 80% tadi ada yang ngincer mau dimasuki impor??? Silahkan impor saja sebuanyak-buanyaknya… Sekalian yang 20% juga digelontori telur puyuh. Biar mencetak pengangguran-pengangguran baru mantan peternak puyuh, sebanyak-banyaknya. Hehehehe.. :lemparbata

Jaya jaya Indonesia.

http://puyuhjaya.wordpress.com/2011/10/22/kebutuhan-telur-puyuh-nasional-baru-terpenuhi-20-lho/
avatar
Admin
Admin
Admin

Jumlah posting : 198
Points : 466
Reputation : 0
Join date : 09.11.11
Age : 30
Lokasi : Jember

Lihat profil user http://www.forumternak.com

Kembali Ke Atas Go down

Kembali Ke Atas


 
Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik