Forum Ternak Indonesia
Login

Lupa password?

Asal Negara Pengunjung
free counters
Total Pengunjung
page counter
Sejak 09-10-2011
Statistics
Total 72 user terdaftar
User terdaftar terakhir adalah Rio Vit

Total 236 kiriman artikel dari user in 144 subjects
User Yang Sedang Online
Total 1 user online :: 0 Terdaftar, 0 Tersembunyi dan 1 Tamu

Tidak ada

[ View the whole list ]


User online terbanyak adalah 8 pada Sun Sep 16, 2012 9:44 pm

Bibit Ayam Broiler

Go down

Bibit Ayam Broiler

Post by Admin on Fri Dec 16, 2011 12:01 pm

Diantara bibit ayam broiler, terdapat perbedaan yang turut ditentukan oleh peternak atau lembaga yang mengembangkannya. Perbedaan itu umumnya terletak pada petumbuhan ayam, konsumsi ransum, atau konversi ransumnya.

1. Pertumbuhan Ayam


Pertumbuhan ayam broiler pada saat masih bibit tidak selalu sama, ada bibit yang pada masa awalnya tumbuh dengan cepat, tetapi di masa akhir biasa-biasa saja, atau sebaliknya. Perbedaan pertumbuhan ini sangat tergantung dari perilaku peternak, pembibit, atau lembaga yang membiitkan ayam tersebut.

Pertumbuhan bibit yang cepat di masa awal (ini lebih sering terjadi) memang baik untuk kondisi di Indonesia yang umumnya memasarkan ayam pada umur 5-6 minggu karena sangat membantu manajemen peternakan dalam mencapai sasaran yang telah direncanakan. Apabila pertumbuhan yang cepat terjadi di masa akhir, peternak harus lebih memperhatikan waktu pemasarannya.

Peternak juga harus memperhatikan faktor penunjang lainnya seperti ransum. Pertumbuhan yang cepat sebenarnya berkorelasi dengan konsumsi akan ransum yang menjadi lebih banyak, tingkat mortalitas bibit yang tinggi, atau penumpukan lemak yang meningkat di akhir masa pemeliharaan. Hal ini tentu akan berdampak terhadap konversi ransum dan biaya produksi. Oleh karena itu, untuk menghindari kemungkinan terjadinya hal-hal tersebut, sebaiknya peternak harus memperhatikan konsumsi ransum dan mortalitas serta terus melakukan pengawasan dengan menjalankan fungsi pengendalian dan fungsi pengawasan. Dengan demikian, kelemahan bibit bisa ditekan sekecil mungkin, tanpa harus menggangu penampilan ayam itu sendiri. Bila berbagai hal yang mendukung tersebut telah terpenuhi, kelemahan bibit yang muncul masih berada pada taraf yang normal atau berada dibawah 1% saja, terutama terjadi pada ayam-ayam yang lemah saja.

2. Konsumsi Ransum

Pertumbuhan yang cepat memang dipengaruhi oleh konsumsi ransum yang banyak. Terlebih ayam broiler termasuk ayam yang senang makan. Bila ransum diberikan tidak terbatas atau ad libitum, ayam broiler akan terus makan sepuasnya hingga kekenyangan. Oleh karena itu, sebaiknya setiap bibit ayam sudah ditentukan taraf konsumsi ransumnya pada batas tertentu sehingga kemampuan prima ayam akan muncul. Konsumsi inilah yang kemudian disebut sebagai konsumsi standar atau baku, sesuai dengan arah pembentukan bibit. Pemberian ransum ada yang lenih banyak di masa awal sedangkan di masa akhir biasa saja, atau sebaliknya. Ada juga yang relatif sedikit (komulatif) dari pada bibit lain, tetapi bobot tubuh atau pertubuhannya agak lambat. Hal ini tentu akan menimbulkan kelebihan dan kelemahan yang biasanya muncul bila faktor atau lingkungan tidak mendukung. Sementara bila lingkungan baik, penampilan yang ditujukan ayam baik pula.

3. Konversi Ransum

Dari masa ke masa, konversi ransum selalu diperbaiki oleh banyak pembibit dan terus-menerus diperbaiki. Hal ini karena konversi ini melibatkan pertumbuhan ayam dan konsumsi ransum. Harapan yang dikehendaki peternak adalah pertumbuhan yang cepat walau hanya dengan makanan yang sedikit, dalam artian jumlah ransum yang digunakan ayam mampu menunjang pertumbuhan yang cepat. Hal ini mencerminkan efisiensi penggunaan pakan yang baik. Pertumbuhan yang cepat bermakna bahwa pertumbuhan ayam diusahakan sesuai dengan ambang atas genetisnya. sedangkan dari sisi bisnis berarti waktu jual semakin cepat dicapai. Konversi inilah yang selalu diperbaiki dari masa ke masa oleh berbagai pembibit sesuai dengan kemampuan genetis ayam dan ditunjang dengan lingkungan yang baik.

Bila memperhatikan sudut konversi, sebaiknya dipilih angka konversi yang terendah. Namun, angka itu berbeda dari masa awal ke masa akhir karena di masa akhir pertumbuhan ayam menjadi lambat atau menurun setelah umur 4 minggu, sedangkan ransumnya bertambah terus.
avatar
Admin
Admin
Admin

Jumlah posting : 198
Points : 466
Reputation : 0
Join date : 09.11.11
Age : 30
Lokasi : Jember

Lihat profil user http://www.forumternak.com

Kembali Ke Atas Go down

Re: Bibit Ayam Broiler

Post by Nando on Fri Jan 13, 2012 10:59 pm

Mohon info mengenai harga DOC broiler di makasar. butuh biaya berapa untuk memesan 5000 ekor DOC dari makasar kemudian dikirim ke ambon? terimakasih banyak...

Nando
Peternak Pemula
Peternak Pemula

Jumlah posting : 2
Points : 2
Reputation : 0
Join date : 13.01.12

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Re: Bibit Ayam Broiler

Post by Admin on Mon Jan 16, 2012 12:39 pm

Nando wrote:Mohon info mengenai harga DOC broiler di makasar. butuh biaya berapa untuk memesan 5000 ekor DOC dari makasar kemudian dikirim ke ambon? terimakasih banyak...

untuk saat ini kami tidak memiliki info, sedangkan untuk derah jawa sendiri sekrang sudah memakai sistem kemitraan.
avatar
Admin
Admin
Admin

Jumlah posting : 198
Points : 466
Reputation : 0
Join date : 09.11.11
Age : 30
Lokasi : Jember

Lihat profil user http://www.forumternak.com

Kembali Ke Atas Go down

Re: Bibit Ayam Broiler

Post by Sponsored content


Sponsored content


Kembali Ke Atas Go down

Kembali Ke Atas


 
Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik