Forum Ternak Indonesia
Login

Lupa password?

Asal Negara Pengunjung
free counters
Total Pengunjung
page counter
Sejak 09-10-2011
Statistics
Total 72 user terdaftar
User terdaftar terakhir adalah Rio Vit

Total 236 kiriman artikel dari user in 144 subjects
User Yang Sedang Online
Total 1 user online :: 0 Terdaftar, 0 Tersembunyi dan 1 Tamu

Tidak ada

[ View the whole list ]


User online terbanyak adalah 8 pada Sun Sep 16, 2012 9:44 pm

Proses Kawin

Go down

Proses Kawin

Post by Admin on Wed Nov 16, 2011 7:37 am

Proses perkawinan pada puyuh berlangsung secara alami. Perkawinan dilakukan dengan cara mencampurkan puyuh jantan dan betina didalam kandang yang sama hingga puyuh betina menghasilkan telur fertil atau telur tetas. Teknik inilah yang dilakukan selama bertahun-tahun dipeternakan puyuh. Belum ada yang menerapkan teknik kawin suntik, karena cara tersebut sangat tidak efisien dan efektif jika dilihat dari waktu serta biaya yang diperlukan.

Agar menghasilkan telur berdaya tetas tinggi, perbandingan jumlah puyuh betina dan jantan yang dimasukkan ke dalam kandang adalah 4 banding 1. Jadi untuk kandang boks berukuran 100x60x30cm, jumlah puyuh betina yang dimasukkan sebanyak 28 ekor, sedangkan puyuh jantan sebanyak 7 ekor. Jadi, Idealnya empat ekor induk puyuh betina dicampur dengan satu ekor puyuh jantan.

Pemeliharaan puyuh dilakukan secara intensif dengan menempatkan puyuh di dalam kandang terus-menerus. Karena itu, proses perkawinan pada puyuh memerlukan campur tangan manusia. Berikut proses mengawinkan puyuh secara alami:

1. Masukkan 7 ekor puyuh jantan berumur 2 bulan dan 28 ekor puyuh betina yang berumur 2,5 bulan ke dalam kandang pembibitan.

2. Selama 4 hari pertama, telur yang dihasilkan puyuh betina belum bisa ditetaskan, karena belum memiliki embrio (steril). Karena itu, gunakanlah sebagai telur konsumsi.

3. Setelah empat hari, telur yang dihasilkan umumnya sudah fertil sehinga dapat dipane sebagai telur tetas. Telur fertil ini hanya dapat dipanen selama delapan bulan. Pasalanya, setelah delapan bulan, telur yang dihasilkan sudah menurun fertilitasnya, sehingga lebih baik digunakan sebagai telur konsumsi.

4. Biarkan puyuh betina tetap menghasilkan telur konsumsi, tetapi segera apkir puyuh pejantan dengan menjualnya sebagai puyuh pedaging. jika puyuh jantan dipelihara terus, hanya kan menambah biaya operasional pakan.

5. Untuk menjaga ketersediaan bibit, lakukan peremajaan atau pergantian induk betina dan pejantan setiap enam bulan sekali.

Walaupun perkawinan berlangsung alami, tetapi proses penetasan dilakukan dengan menggunakan mesin tetas. Karena itu, telur yang telah dihasilkan harus segera dipanen dan ditetaskan agar daya tetasnya tidak menurun.
avatar
Admin
Admin
Admin

Jumlah posting : 198
Points : 466
Reputation : 0
Join date : 09.11.11
Age : 30
Lokasi : Jember

Lihat profil user http://www.forumternak.com

Kembali Ke Atas Go down

Kembali Ke Atas


 
Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik