Forum Ternak Indonesia
Login

Lupa password?

Asal Negara Pengunjung
free counters
Total Pengunjung
page counter
Sejak 09-10-2011
Statistics
Total 72 user terdaftar
User terdaftar terakhir adalah Rio Vit

Total 236 kiriman artikel dari user in 144 subjects
User Yang Sedang Online
Total 1 user online :: 0 Terdaftar, 0 Tersembunyi dan 1 Tamu

Tidak ada

[ View the whole list ]


User online terbanyak adalah 8 pada Sun Sep 16, 2012 9:44 pm

Penyakit dan Penanganannya

Go down

Penyakit dan Penanganannya

Post by Admin on Fri Nov 18, 2011 8:46 pm

Puyuh masih bersaudara dekat dengan ayam. Karena itu, penyakit yang menyerang ayam juga dapat meyerang puyuh. Namun, hanya beberapa jenis penyakit unggas yang sering menyerang puyuh. Itu sebabnya, tidak semua penyakit pada ayam akan dibahas. Jenis penyakit yang dibahas hanya penyakit yang berpotensi mengganggu kesehatan puyuh. Berikut penjabaran beberapa jenis penyakit yang biasa menyerang puyuh.

a. Stres

Puyuh mudah mengalami stres. Stres bisa disebabkan pergantian musim atau kondisi cuaca yang tidak menentu (ekstrem). Selain itu, setiap kali puyuh dipindahkan dari kandang starter ke kandang grower serta dari kandang grower ke kandang layer, puyuh juga akan mengalami stress. Tingkat stress puyuh bisa lebih tinggi jika diangkut ke tempat atau daerah yang jauh.

Tingkat stress yang tinggi pada puyuh dapat menyebabkan menurunnya produksi telur. Karena itu, untuk meminimalisir stress dan mengembalikan stamina tubuhnya, puyuh biasanya diberi vitamin anti stress, larutan gula, atau ramuan herbal dan kunyit. Terutama, setiap kali puyuh dipindahkan ke kandang yang baru atau ketika puyuh baru tiba di peternakan.

b. Snot atau Infection Coryza

Penyakit snot merupakan penyakit pernafasan bagian atas pada unggas. Penyakit ini di kenal juga dengan nama infection coryza. Sebutan lainnya adalah salesma atau coryza. Penyakit snot menimbulkan angka kematian yang rendah. Namun, jumlah yang sakit cukup banyak, sehingga sangat merugikan secara economi karena menurunnya produksi telur hingga 20-40%.

Penyakit snot disebabkan oelh bakteri Hemophilus gallinarum. Gejala yang terlihat, diantaranya puyuh terlihat lesu, nafsu makan dan minum menurun, puyuh ngorok halus, serta bersin-bersin yang diikuti keluarnya cairan dari hidung dan mata. Serangan semakin parah dengan adanya cairan kental yang menyumbat pernafasan, sehingga menyebabkan pembengkakan di hidung, mata, dan pipi.

Snot sering terjadi saat musim pancaroba, yaitu saat pergantian musim kemarau ke musim hujan atau sebaliknya. Selain itu, penyakit ini juga dapat terjadi pada kandang puyuh yang terlalu lembab dan padat. Penularannya bisa melalui kontak langsung antara puyuh sehat dengan puyuh yang sakit atau puyuh yang baru sembuh dan membawa bibit penyakit. Penyakit ini dapat menyerang puyuh semenjak berumur tiga minggu hingga masa produksi.

Upaya pencegahan dilakukan dengan memberikan pakan yang cukup mutu dan jumlahnya, memberikan vitamin, dan antibiotik. Selain itu, jaga kondisi kandang agar selalu bersih serta tidak terlalu lembab dan tidak padat. Puyuh yang terserang snot perlu dikarantina dan diberikan obat. Jika puyuh tidak sembuh juga, segera musnahkan agar tidak menulari puyuh yang sehat.

c. Tetelo atau New Castle Disease


Penyakit new castle disease (NCD) disebut juga dengan penyakit tetelo. Penyakit ini disebabkan virus ND yang menyerang saluran pernafasan. Penyakit ini sering menyerang unggas seperti ayam dan itik. Puyuh juga bisa terserang penyakit ini.

Gejala penyakit ND atau tetelo pada puyuh hampir sama dengan gejala penyakit ND pada ayam, diantaranya puyuh susah bernafas, timbul bunyi ngorok, terlihat lesu, batuk, bersin, mata mengantuk, serta tinja encer berwarna kehijauan. Namun, gejala yang paling spesifik, diantaranya sayap terkulai atau turun, jalannya mundur atau berputar-putar, serta kepala menuntuk ke bawah, bahkan memutar hingga ke belakang.

Hingga saat ini, penyakit ini belum ada obatnya. Peternak hanya bisa melakukan kegiatan pencegahan dengan menjaga kebersihan lingkungan kandang, peralatan, dan pakan, musnahkan puyuh yang mati, mengkarantina puyuh yang sakit, serta memberikan vaksin ND sedini mungkin. Dosis vaksin yang diberikan disesuaikan dengan umur puyuh. Namun, umumnya diberikan sebanyak setengah dari dosis yang biasa diberikan pada ayam. Jika puyuh terjangkit penyakit ND kembali, biasanya diberikan vaksinasi ulang dengan vaksin ND Clone.

d. Berak Putih (pullorum)

Pullorum atau berak putih merupakan penyakit yang sangat menular. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Salmonella pullorum. Gejala yang terlihat diantaranya kotoran berwarna putih, sering bergerombol, terlihat mengantuk, nafsu makan menurun, napas sesak, bulu-bulu mengerit, dan sayap menjadi lemah menggantung. Pengendalian penyakit ini hampir sama dengan pengendalian penyakit tetelo dan berak darh, yaitu dengan memberikan antibiotik yang mengandung trimetoprim dan sulfadiazine.

e. Avian Influenza (AI)

Penyakit ini disebabkan oleh virus Avian influenza. Gejala penyakit AI tidak memiliki tanda khusus pada fisiknya. Namun, penyakit ini dapat menyerang secara mendadak sehingga menimbulkan kematian hingga ratusan ekor, bahkan ribuan ekor unggas dalam waktu sehari.

Gejala ringan unggas yang terkena penyakit ini, di ataranya hidung bengkak, pilek, dan kluar air mata. Unggas yang terserang penyakit ini ditandai dengan bagian dalam organ puyuh-dinding proventrikulus yang berwarna merah serta di dalam kulit bagian paha dan dada berwarna merah. Hingga saat ini, penyakit ini belum bisa diobati.
avatar
Admin
Admin
Admin

Jumlah posting : 198
Points : 466
Reputation : 0
Join date : 09.11.11
Age : 30
Lokasi : Jember

Lihat profil user http://www.forumternak.com

Kembali Ke Atas Go down

Kembali Ke Atas


 
Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik