Forum Ternak Indonesia
Login

Lupa password?

Asal Negara Pengunjung
free counters
Total Pengunjung
page counter
Sejak 09-10-2011
Statistics
Total 72 user terdaftar
User terdaftar terakhir adalah Rio Vit

Total 236 kiriman artikel dari user in 144 subjects
User Yang Sedang Online
Total 1 user online :: 0 Terdaftar, 0 Tersembunyi dan 1 Tamu

Tidak ada

[ View the whole list ]


User online terbanyak adalah 8 pada Sun Sep 16, 2012 9:44 pm

Mesin Tetas

Go down

Mesin Tetas

Post by Admin on Tue Nov 22, 2011 1:55 pm

Mesin tetas mereupakan peralatan utama yang dibutuhkan untuk menetaskan telur puyuh. Bagi usaha pembibitan puyuh, alat ini wajib ada di peternakan. Prinsip utama mesin tetas yaitu menggantikan fungsi induk sebagai pengeram alami dengan cara memberi perlakuan suhu, kelembapan, dan ventilasi sesuai dengan yang dibutuhkan telur agar dapat menetas.

Masin tetas dapat dibeli atau dibuat sendiri dari bahan kayu dan tripleks. Sebagai contoh, mesin dengan kapasitas 600 butir telur puyuh membutuhkan kotak mesin tetas berukuran 100x0x50cm. Selain ukuran tersebut, ada mesin tetas yang berukuran 200x0x50 cm dengan kapastias 1.150 butir telur puyuh.

Agar tidak langsung menyentuh lantai, mesin dibuat berbentuk panggung, setinggi 30 cm dari atas lantai. Mesin ini dilengkapi dengan rak dan pintu berkaca untuk melihat keadaan telur di dalam mesin. Selain rak, di dalam mesin tetas juga terdapat termostat, sumber pemanas berupa bola lampu atau kumparan kawat, dan nampan berisi air sebagai pengatur kelembapan.

a. Jenis Mesin Tetas

1. Mesin Tetas Manual
Beberapa peternak puyuh rakyat masih menggunakan mesin tetas manual, karena harganya yang lebih murah dibandingkan dengan mesin tetas otomatis. Selain itu, kapasitas mesin ini tidak terlalu besar, sehinga cocok digunakan peternak puyuh skala kecil. Mesin tetas manual bisa dibeli dari produsen mesin tetas atau dibuat sendiri. Namun, kebanyakan peternak membuat sendiri, sehinga kapasitas mesin tetas manual bervariasi, tidak ada yang baku.

Umumnya, mesin ini berkapasitas puluhan hingga ratusan butir, Hampir sama dengan kapasitas mesin tetas semi-otomatis. Perbedaannya, pembalikan telur di mesin tetas manual dilakukan oleh peternak, sedangakan pada mesin semi-otomatis, pembalikan telur dapat dilakukan secara otomatis.

2. Mesin Tetas Semi-otomatis
Mesin tetas semi-otomatis merupakan mesin tetas yang menggabungkan prinsip pada mesin tetas manual dengan otomastis. Biaya pembuatan mesin tetas semi-otomatis tentu lebih murah dibandingkan dengan harga beli mesin otomatis.

Prinsip utama yang membedakan mesin tetas semi-otomatis dengan mesin tetas manual adalah rak tempat telur tetas telah dimodifikasi sehingga pemutaran telur dilakukan sekaligus, tanpa harus menyentuh telur dan memutarnya satu per satu.

3. Mesin Tetas Otomatis
Mesin tetas otomatis berkapasitas sangat besar. Karena itu, mesin ini biasanya digunakan oleh peternak yang memiliki populasi puyuh dalam jumlah besar dan sudah berpengalam dalam beternak puyuh. Keunggulan mesin tetas ini adalah semua proses penetasan sudah berjalan secara otomatis. Tidak perlu ada proses pembalikan telur secara manual atau penjagaan suhu secara berkala.

Jenis mesin ini biasanya tidak dibuat sendiri oleh peternak, tetapi harus dibeli dari produsen mesin tetas. Mengingat kapasitasnya yang sangat besar dan teknologi yang sudah sangat canggih, harga beli mesin ini cukup tinggi, sekitar Rp 35 juta untuk satu buah mesin tetas berkapasitas 30 ribu butir. Namun, investasi yang mahal sangat sebanding dengan kestabilan suhu dan kelembapan di dalam mesin tetas, sehingga pesentase telus yang menetas lebih tinggi.

b. Komponen Mesin Tetas

Mesin tetas terdiri dari beberapa komponen yang melengkapinya. Agar dapat bekerja dengan benar, mesin tetas manual hingga otomatis dilengkapi dengan berbagai komponen pendukung sebagai berikut.

1. Pengatus Suhu (Termostat)
Termostat merupakan komponen penting pada mesin tetas yang berfungsi untuk mengatur suhu secara otomatis. Termostat bekerja dengan cara memutus aliran listrik, jika suhu didalam mesin tetas sudah sesuai dengan kebutuhan telur. Namun, jika suhu di dalam mesin tetas mulai menurun hingga batas tertentu, listrik akan mengalir kembali, sehingga suhu di dalam mesin tetas kembali normal.

Dengan alat ini, suhu di dalam mesin tetas tetap bisa terjaga dan berada pada kisaran ideal untuk penetasan telur puyuh. Jadi, termostat lah yang mengatur kondisi suhu didalam mesin tetas. Jika alat ini rusak, maka bisa dipastikan banyak telur yang tidak akan menetas.

2. Sumber Pemanas
Dahulu, peternak unggas menggunakan panas yang bersumber dari api yang dihasilkan dari kompor minyak tanah atau kayu bakar. Sekarang, telah dikenal beberapa sumber pemanan pada mesin tetas, antara lain bola lampu pijar dan elemen kumparan kawat yang berasal dari energi listrik atau gar. Untuk satu mesin tetas kapasitas 600 butir, digunakan bohlam berdaya 15 watt sebanyak 4 buah dan kumparan kawat sebananyak 6 meter yang diletakkan dibagian atap bagian dalam mesin tetas.

3. Termometer dan Higrometer
Termometer dan higrometer merupakan alat yang digunakan untuk mengukur suhu dan kelembapan di dalam mesin tetas. Dengan kedua alat ini, operator mesin tetas dapat memantau terus kondisi di dalam mesi tetas apakah sesuai untuk penetasan atau tidak. Alat ini biasanya di letakkan di atas telur.

4. Pengatur Kelembapan.

Sebagai pengatur kelembapan di dalam mesin tetas digunakan air di dalam wadah atau nampan datar. Nampan yang digunakan berasal dari bahan plastik. Nampan minimal berukuran 25x30 cm sebanyak 4 buah untuk mesin berkapasitas 600 butir telur puyuh. Fungsi air ini adalah sebagai pengatur kelembapan di dalam mesin tetas agar tetap ideal. Selama proses penetasan, air tidak perlu ditambahkan atau dikurang. Air dapat dibuang dan diganti dengan yang baru jika proses penetasan telah selesai.

5. Rak Telur
Rak telur berfungsi untuk meletakkan telur-telur di dalam mesin tetas. Tidak seperti mesin tetas manual yang melakukan pembalikan telur secara satu-satu, pada mesin semi-otomatis dan otomatis terdapat sebuah engsel atau tombol di bagian luar mesin tetas yang memungkinkan kemiringan telur di dalam rak berubah posisi, sekitar 45`. Dengan demikian, proses pembalikan telur tidak perlu dilakukan satu per satu, tetapi cukup memiringkan rak ke salah satu sisi. Dengan cara seperti ini, telur bisa memperoleh panas secara merata.
avatar
Admin
Admin
Admin

Jumlah posting : 198
Points : 466
Reputation : 0
Join date : 09.11.11
Age : 30
Lokasi : Jember

Lihat profil user http://www.forumternak.com

Kembali Ke Atas Go down

Kembali Ke Atas


 
Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik